Selasa, 29 Maret 2011

Sederhana & Uniknya 'FIXIE BYCICLE'

Bersepeda sedang naik daun sekarang ini. Dalam era serba bermotor saat ini, ternyata keinginan untuk bersepeda justru sedang tinggi-tingginya. Toko-toko sepeda pun tidak sepi pelanggan. Sepeda yang dijual laris manis bak kentang goreng, bahkan ada yang kehabisan stok. Sepeda-sepeda yang dijualpun beragam, dari Mountain Bike(MTB) dan yang menjadi trend adalah si “SELI” A.K.A sepeda lipat. Fenomena bersepeda yang cukup menarik dan patut didukung untuk mengurangi polusi. Setelah Sepeda Seli ini, ada lagi muncul jenis sepeda baru yang mulai banyak digunakan oleh para goweser, terutama saat Car Free Day di Renon. Sepeda tersebut adalah sepeda jenis Fixie atau sering disebut dengan jenis Fixed Gear. Sepeda ini datang dengan kesederhanaan dan dengan tampilan unik yang biasanya dibuat ngejreng. Tidak ada kabel-kabel yang melintang kecuali kabel untuk Rem Depan. Apa dan bagaimana sepeda fixie itu ??? berikut penjelasan singkatnya.
Kata Fixie berasal dari kata Fixed Gear. Apa itu Fixed Gear? Fixed Gear ini adalah, gear belakang yang dibikin mati dengan hub(as) roda belakang. Jadi pedal sepeda akan ikut berputar saat roda perputar. Untuk mengerem atau mengurangi laju sepeda, cukup dengan menahan putaran pedal ke arah belakang(untuk yang tidak menggunakan rem depan). Dulu sering disebut dengan Doltrap. Dan sebenarnya ini lah hal utama yang membedakan sepeda fixie dengan jenis sepeda lainnya. Jangan salah pengertian dengan Torpedo. Kalo torpedo adalah pedal masih bisa berhenti mengayuh saat roda belakang berputar. Persamaannya, untuk mengerem sama-sama dengan menekan pedal sepeda ke arah belakang. Banyak yang salah pasang gear ini sehingga keinginan membuat sepeda fixie justru malah jadi sepeda single speed dengan torpedo. Untuk speed sendiri kebanyakan menggunakan single speed, sehingga sepeda fixie akan memberikan kesan sederhana baik dalam tampilan karena tidak adanya kabel-kabel gear speed yang melintang dan mekanik gear yang membikin menjadi rame. Dan juga kemudahan perawatan.

Nah, hal lain yang mencirikan sepeda fixie adalah pada frame. Sebenarnya tidak ada aturan baku untuk frame ini, ada yang menggunakan frame MTB,bahkan frame low rider. Namun kebanyakan adalah menggunakan frame sepeda balap kuno, dengan fork(garpu depan) yang pipih. Mungkin menggunakan sepeda balap, tampilan akan lebih minimalis dan ramping. Frame bisa dipilih dari yang besi maupun yang alumunium biar lebih ringan namun harga lebih mahal. Warna frame body pun dicat lebih genjreng(ini juga menjadi daya tarik sendiri untuk sepeda fixie) seperti putih, merah,kuning, hijau dan lain-lainnya. Untuk stang sendiri tidak lagi menggunakan stang model tanduk domba, kebanyakan menggunakan model stang lurus seperti model MTB. Untuk roda dan ban sendiri, menggunakan ban tipis dengan lingkar ban yang besar biasanya yang 27. warna ban dan velg pun dipilih warna-warna yang genjreng juga, putih, merah, kuning,dllnya. Sadel, dipilih sadel yang model tipis/langsing agar sesuai dengan frame. Sadel dipilih sesuai selera dan kenyamanan dalam bergowes. Warna pun dipilih yang genjreng. Untuk biaya memiliki fixie ini dapat relatif lebih murah apalagi kalau kita merakit sendiri, dan lebih bersabar dalam memburu komponen-komponennya. Nah komplit sudah mengenai bentuk fisik dari si FIXIE ini. Calon Keong Racun untuk para goweser.

Yang perlu diperhatikan lagi saat bergowes dengan si Fixie ini adalah, keamanan, kenyamanan, dan sejenisnya. Kenapa, karena saat mengayuh sepeda fixie ini, pedal akan terus berputar saat roda belakang berputar. Terutama saat jalan menurun, harus pandai-pandai mengatur pedal dan putaran roda. terlebih lagi tidak menggunakan rem depan. untuk keamanan ini maka sebaiknya menggunakan Rem depan. Selain itu saat jalanan berbelok dan menurun dapat dibayangkan jika pedal pada saat berbelok ada diposisi bawah, dapat menyebabkan benturan dengan badan jalan. Kemungkinan cidera akan semakin besar terutama pada dengkul, karena harus menahan putaran roda belakang untuk mengurangi laju sepeda. Jangan sampai mau bertrendi ria dan bergowes malah menjadi cidera. Kita harus membiasakan diri dulu menggunakan sepeda fixie ini sebelum menggunakannya untuk medan yang berat. Selamat bergowesss…..
sumber foto : washingtonpost.com, gumtree.com

Bagian 'FIXIE BYCICLE'

Apa yang perlu dipertimbangkan dalam modifikasi Frame sepeda lama ke Fixie?

Tidak semua frame sepeda bisa dijadikan Fixie. Bila ingin merubah sepeda lama menjadi sepeda Fixie ada baiknya memperhatikan penyanggah roda belakang yang ada.
Gambar bawah ini adalah bagian gear hub belakang. Sepeda Fixie mengunakan tiang hub permanen dengan mur, dan berbeda dengan rancangan sepeda MTB atau Road Bike modern yang mudah dilepas pasang.
 
Bila sepeda lama anda ingin dirubah, sebaiknya memperhatikan kedudukan garpu roda belakang.
Tetapi apabila masih bingung untuk memodifikasinya, sebaiknya konsultasi dengan penjual. 


Urusan warna ban
 
Mengingat rancangan sepeda fixie akan terlihat modis, maka warna ban mengikuti warna sepeda sehingga akan terlihat lebih matching. Umumnya ban sepeda Fixie mengunakan ukuran saat ini seperti Road Bike (sepeda balap) atau Hyrid Bike (sepeda dalam kota) dengan velg / Rim 700c dengan ukuran ban 19 – 23 C. Harga ban sepeda Fixie bermacam macam, ban tanpa merek bisa dibeli hanya seharga puluhan ribu saja. Tapi untuk model bermerek terkenal harganya bisa melambung diatas 125 ribu dari produk CST tipe Wireband.
 
Headset sepeda Fixie

Salah satu komponen penting untuk sepeda Fixie adalah bagian Headset. Bagian ini sebagai penghubung frame dan fork/garpu depan sepeda fixie. Agar awet sebaiknya menggunakan tipe bearing. Harganya jauh lebih mahal, sekitar 250 ribu
Bagian Rim atau Velg sepeda Fixie
 
Ada 2 pilihan. Pertama rim klasik dengan bentuk seperti velg sepeda biasa atau sama dengan rim sepeda Hyrid berukuran 700c. Yang sedang tren adalah velg lebar.
Satu catatan saja, untuk komponen roda sepeda Fixie adalah komponen paling mahal dari seluruh sepeda. Harganya mencapai 2 juta untuk roda depan dan roda belakang dengan merek yang berkualitas.
Urusan Sparepart crank Fixie

Namanya sepeda kalangan muda, tidak terikat dengan pabrikan atau merek. Semua suka-suka,dan dikabarkan dari mulut ke mulut atau melalui komunitas Fixie. Hunting komponen merupakan ritual dari komunitas sepeda Fixie.
Salah satu sparepart yang suka dicari seperti Crank merek Sugino 48 gigi,hanya dijual 250 ribu. Crank tersebut banyak dipakai oleh pencinta sepeda Fixie. Bukan saja bagus, tetapi ringan karena dibuat dengan bahan aluminium. Yang lain dapat mengunakan crank sepeda gunung seperti produk dari Shimano Alivio. Hanya bagian ring crank dalamnya dilepas, dan hanya mengunakan ring utama saja.




Sekilas Tentang 'FIXIE BYCICLE'


Sepeda Fixie identik dengan gaya minimalis, murah dan tidak ribet. Sepeda Fixie tidak memiliki rem, pedal terus berputar selama roda mengelinding. Itulah sepeda yang sedang tren dikalangan muda sampai pekerja. Mengunakan sepeda tidak hanya sebagai alat transportasi, tetapi untuk gaya hidup. Membangun sepeda Fixie boleh dibilang gampang gampang susah, urusan komponen begitu banyak dan sebagian bisa dikombinasikan dengan komponen sepeda balap. Hanya sepeda Fixie lebih sederhana, ibarat kalangan muda dengan gaya tersendiri sehingga bisa membuat sepeda sesuka hati.

Apakah ciri dari sepeda Fixie.
Sepeda Fixie identik dengan sepeda tanpa rem, tanpa gear dinamis belakang. Semua dibuat fix, roda berputar maka pedal ikut berputar. Mengerem sepeda Fixie hanya mengandalkan kekuatan pedal dengan menahan laju atau mendorong pedal ke belakang serta dibantu dari roda depan. Ban sepeda Fixie juga tipis, sehingga ringan ketika di genjot. dan yang lain menarik pada bagian stang. Dimana stang atau handlebar sepeda Fixie dibuat dengan tegak lurus. Minimalis disain menjadi ciri sepeda single speed ini.

Bagaimana memiliki, membangun atau membuat sepeda Fixie.

Ada 2 pilihan :

1. Beli jadi, menghemat waktu dan tenaga, harga tergantung hati dan budget. Pilihan ini baik untuk mereka yang belum memiliki rangka sepeda atau tidak mau repot. Harga relatif lebih mahal, dan komponen umumnya lebih bermutu. Harga sepeda Fixie untuk minimum dengan komponen seadanya dapat mencapai 1.5 juta. Harga sepeda Fixie yang cukup lumayan sekitar 2.5 juta atau lebih. Sedangkan harga sepeda Fixie rakitan tipe generic dengan komponen cukup baik mencapai 2.5 juta - 3 juta (sudah turun 18 Januari 2011). Tipe sepeda fixie bermerek umumnya berada di atas 4 juta, tergantung komponen yang sedang in.

2. Merakit atau modifikasi dari sepeda bekas.
Yang ini lebih repot, tetapi ketika jadi akan memenuhi hati pemiliknya. Beli dari rangka kosong sudah banyak dijual, atau bisa memilih rangka polos dan di cat sendiri.  Bisa juga mengunakan frame sepeda balap lama. Komponen dari roda dilepas dan diganti dengan komponen sepeda Fixie yang simpel. Untuk ukuran frame sepeda balap tua umumnya masih bisa dipakai, rata rata sepeda Fixie dirancang untuk ban 700C. Jadi bisa saja sepeda jenis road bike lama memasukan hub jenis 700c yang lebih kecil. Ingin meninggalkan sejarah pada sepeda, boleh juga mempertahankan bagian stang road bike. Sisanya boleh di modifikasi.
Harga sepeda Polygon Fixie Zenith FX 2011 misalnya dijual sekitar 3.9 juta saja, dan sudah siap dipakai Harga frame fixie polos. Mau merakit sendiri, frame termurah dan polos tanpa cat ada yang menjual dengan harga 500 ribuan tipe besi, aluminium lebih mahal, dan terus naik untuk model yang sudah di cat.

Sabtu, 26 Maret 2011

Luncurkan Album Lagi

 
Setelah sukses meluncurkan satu album, grup band Vierra mengatakan akan meluncurkan album terbaru dalam waktu dekat ini. Berbeda dengan album yang pertama, album keduanya kali ini akan diberi judul 'Love, Love, Love'. Alasannya?.

PENGUNGKAPAN KEVIN

Dengan tersenyum, Kevin mengatakan jika kehidupannya selama ini tak jauh dari cinta. Album yang akan berisi sebanyak 12 lagu ini dikatakan oleh Kevin memiliki lagu andalan yakni 'Aku Takut'.
Dari ke-12 lagu ini, adalah hasil karya Kevin. Namun, ada juga hasil karya Raka sang gitaris…?
Jawab            :
"Iya, kalau bukan buatan aku semuanya, tapi ya ada buatan Raka juga. Aku, sih, nggak masalah ya, kalau memang aku yang buat semuanya karena kan memang aku, tuh, senang bikin lagu. Ini juga aku lakukan agar band ini tidak cepat terlupakan dan bisa bertahan hidup,"terang Kevin lagi.
Pengalaman pribadi Kevin juga ternyata ada di dalam album itu..?
Jawab            :
"Iya, ada. Tapi ini rahasia sebenarnya. Tapi garis besarnya, ya, karena aku tuh takut kehilangan orang yang aku sayang. Jadinya, ya aku buat saja lagu tersebut. Pokoknya ya begitulah ceritanya,"katanya seraya tertawa

PENGUNGKAPAN WIDY

"Temanya masih seputar cinta, secara judulnya lagu 'Love, Love, Love' jadi nggak jauh dari cinta-cinta juga. Lebih banyak slow dan santai. Lagunya yang ngebeat juga ada tapi lebih banyak lagu pelan agak lebih santai," jelas Widi. Widi mengaku 'Love, Love, Love' tidak terlalu jauh berbeda dengan album sebelumnya. Hanya saja, di album ini, Vierra mencoba untuk lebih dewasa. "Masih tetap Vierra tapi lebih agak mature," ujarnya. Widi pun ikut menyumbang satu lagu di album ini. Lagu tersebut berjudul 'Pertemuan Singkat'. Apakah lagu tersebut merupakan curahan hati Widi? "Nggak tahu lah, ada deh, ada sama seseorang," katanya seraya tertawa.
Vokalis Vierra, Widy Soediro Nichlany ingin membuktikan kualitas suaranya dalam album kedua Vierra yang berjudul LOVE, LOVE & LOVE. Dirinya mengaku sudah mempersiapkan vokal dengan matang untuk album kedua ini. Widy tidak ingin lagi ada omongan mengenai suaranya yang pas-pasan.

Pernyataan Widy tentang suaranya :

"Aku mengakui sih kalau di album pertama suara aku mungkin agak mengecewakan. Waktu itu aku baru pertama kali nyanyi dan langsung terjun ke industri musik. Tapi sekarang jam terbang sudah mulai banyak, sudah sering ketemu senior dan les vokal, pokoknya aku terus belajar," kata Widy saat peluncuran album Vierra di Munchies Cafe, Gandaria City, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun meski begitu, Widy tak mau beralasan jika sudah memasuki dunia musik. Menurutnya, dirinya memang masih harus terus belajar tentunya sambil berjalan dengan grup bandnya. "Harusnya bukan alasan sih, ya kalau misalnya saya baru pertama terjun ke industri musik dan langsung seserius ini. Tapi ya itu dia saya terus belajar kok. Album LOVE, LOVE & LOVE itu lebih ke kontinutas aja dengan album pertama yang MY FIRST LOVE," ujarnya.
Dalam album terbaru ini, Vierra memang ingin mempertahankan kalau band mereka adalah band anak muda. Ciri khas yang pernah dibawakan mereka pun sedikitnya mulai diubah. "Kalau album pertama kan remaja banget. Kalau sekarang baju-bajunya sudah nggak terlalu berwarna kan. Cuma kita tetep ingin mempertahankan kalau Vierra itu anak muda. Mudah-mudahan album kedua ini melebihi yang pertama lah. Lagunya banyak yang menarik. Sangat remaja," pungkas Kevin

Cinta Pertama Vierra

 
Remaja memang seharusnya bergaya, bertingkah laku dan merasakan cinta layaknya seorang remaja. Tak perlu membohongi diri dan berlagak dewasa. Itulah yang disodorkan VIERRA dengan album perdananya "My First Love".

Nama Vierra mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita mengingat single berjudul "Dengarkan Curhatku" ramai menghiasi radio dan televisi belakangan ini. Ya, lagu yang ceria dan easy listening tersebut memang cukup menyita perhatian khalayak. Musik yang ringan namun berbobot dihadirkan Vierra dalam lagu itu. Secara keseluruhan, album yang ditelurkan band beranggotakan Kevin Aprilio (keyboard), Widy Soediro (vokal), Raka Cyril (gitar) dan Trian (drum) ini sangat catchy. Konsep yang mereka hadirkan sungguh kreatif dan berbeda dari band kebanyakan.

Vierra menyebut musik mereka sebagai Power Pop atau Pop Disney dan hal itu benar terbukti dalam karya-karya mereka. Dengarkan saja tembang bertajuk "Perih". Nuansa Power Pop tadi kental terasa dalam lagu ini, lirik boleh saja bercerita tentang kesedihan namun dibawakan dengan musik yang bersemangat dan menampilkan aura positif. Menarik Sekali. Nuansa Pop Disney sendiri diwakilkan lagu berjudul "To Nessa". Ornamen dalam lagu yang terdengar seperti lullaby (lagu pengantar tidur) ini sangat Disney yang lengkap dengan gaya operetnya. Musik ala orkestra yang megah pun terasa berpadu dengan indahnya.  Dari segi musikalitas, kemampuan Kevin cs nampaknya tak perlu diragukan lagi. Terlebih saat kita memperdengarkan lagu "Terbang". Musikalitas tinggi ditampilkan Vierra sejak intro yang begitu megah. Aransemennya pun sangat apik. Jangan heran jika sound keyboard atau piano mendominasi. Vierra memang 'sengaja' membedakan diri mereka dari band-band lain yang kebanyakan menjadikan gitar sebagai base. Dominasi keyboard dan piano sangat kental terdengar saat kita memutar lagu yang diberi judul "Seandainya".

Namun tak berarti sound gitar, bass serta drum 'dilupakan' begitu saja. Putar dulu tembang "No!" dan "Tears". Kedua tembang berbahasa Inggris itu hadir dengan nuansa rock yang lengkap dengan distorsi gitar dan gebukan drum nan menghentak dada. Ditengah menjamurnya band-band baru di ranah musik Indonesia, Vierra cukup bernyali dengan berani tampil beda. Namun hal itu pula yang dirasa penulis sebagai modal yang sangat bagus untuk menancapkan nama dan terus eksis di dunia yang penuh persaingan itu. (mag)

Kamis, 24 Maret 2011

Profil Derry


NAMA  LENGKAP : Deryansha Azhary
TTL  : Jakarta, 7 Januari 1989
Jenis Kelamin : Pria
Agama : Islam
Pekerjaan : Mahasiswa
Alamat : Mayestik, Kebayoran Baru, Jakarta  Selatan

PENDIDIKAN FORMAL
1995 – 2000 : Tamat SD Islam Al Azhar Bumi Serpong Damai, Tangerang
2001 – 2003 : Tamat SMP Islam Al Azhar Bumi Serpong Damai, Tangerang
2004 – 2007 : Tamat SMA Negeri 82 Jakarta
2007 – sekarang : Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi, The  London School of Public Relations – Jakarta.
2005 - 2008 : Bassist - Band e-Aut's - Jakarta.
2008 - 2008 : Bassist - Band INTRO - Jakarta.
2008 - hingga sekarang : Bassist & Song Writter - Band NUSSA - Jakarta.
2008 - hingga sekarang : Bassist - Band VIERRA - Jakarta.
2010 - hingga sekarang : Broadcaster Trax FM - Jakarta

PENGALAMAN DI BIDANG MUSIK 

·         Peluncuran Tabloid Mahardika Magazine di Score Café Cilandak Town Square – Jakarta, bulan Maret 2005.
·         Juara II dan Bassist terbaik di Festival Band “LUSTRUM” se-JABODETABEK yang diselenggarakan oleh Universitas Atma Jaya – Jakarta, bulan Mei 2005. Juri : Alfa De Fretes (Gitaris Blues Indonesia), Aang (Manager Club Eighties), Vincent (Club Eighties), Desta (Club Eighties).
·         Juara IV di Festival Band GAZEBO se Jawa-Bali yang diadakan di Pasar Seni Jaya Ancol – Jakarta, bulan Juni 2005. Juri : Bens Leo (Pengamat Musik), Jelly Tobing (Musisi), Elsa Sigar (Pengamat Musik).
·         Juara I untuk kelompok B dan Juara Umum di Festival Band Ikatan Remaja Bank Indonesia (IRBI) yang diselenggarakan oleh BANK INDONESIA Pusat – Jakarta, bulan Agustus 2005. Juri : Mus Mujiono (Musisi), Masri (Musisi), Oding Nasution (Musisi).
·         Juara I di Festival Band Kemerdekaan se-JABODETABEK yang diselenggarakan oleh Pasar Festival Kuningan – Jakarta, bulan September 2005. Juri : Vicky (Music Director I RADIO), Vokalis Band Wong Pitoe.
·         Juara I di Festival Band SMA se-JABODETABEK yang diselenggarakan oleh BSD CITY Serpong – Tangerang, bulan September 2005. Juri : Ivan (Band Boomerang), Guru Vokal Elfa Secoria.
·         Juara I di Festival Band SMA se-Jakarta Selatan yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Pasar Festival Kuningan – Jakarta, bulan Februari 2006. Juri : dari MUSICA
·         Juara I dan Drummer terbaik di Festival Band SMA se-JABODETABEK yang diselenggarakan oleh SMA Islam Al-Azhar BSD Serpong – Tangerang, bulan Maret 2006. Juri : Anton Azhari (Guru Musik), Dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
·         Juara I dan Drummer terbaik di Festival Band Schoolympic SMA se-JABODETABEK yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 8 Jakarta, bulan Agustus 2006. Juri : Dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ)
·         Juara I, serta Gitaris terbaik dan Bassist terbaik di Festival Band Remaja se-JAKARTA yang diselenggarakan oleh GELANGGANG REMAJA KOTAMADYA JAKARTA SELATAN, bulan Agustus 2006. Juri : Bens Leo (Pengamat Musik), Elsa Sigar (Pengamat Musik).
·         Juara I, serta Bassist terbaik dan Drummer terbaik di Festival Band Ikatan Remaja Bank Indonesia (IRBI) yang diselenggarakan oleh BANK INDONESIA Pusat – Jakarta, bulan Agustus 2006. Juri : Yopie Item (Musisi), Jimmy Mannopo (Musisi).

Profil Tryan Vierra


 Tryan Vierra
Nama Lengkap :  rediansyah satrianda widjanarko
Tempat Tanggal Lahir : Jakarta, 28  Juni 1998

Warna kesukaan : hijau dan merah 
Hobi : membaca
Agama : Muslim
twitter : @tryanwidjanarko
 

Rabu, 23 Maret 2011

Profil Raka Cyril Damar

Biodata Raka Cyril Damar 

 

Nama Lengkap: Raka Cyril Damar
Nama panggilan : Raka
Tempat Tanggal Lahir: Jakarta,16 Agustus 1989
Agama: Muslim
Ibu: Alita Damar
Hobbi: Menggambar
Warna Favorit: Biru
Pendidikan: Universitas Pelita Harapan
Gitar: Gibson Les Paul standard 1957, Paul reed smith custom 24 blue matteo.
Makanan Favorit: Strawberry cheesecake
 
Raka adalah salah satu personel band Vierra yang bermain sebagai Gitaris. Sebelumnya, Raka adalah gitaris band Killing Me Inside. Namun akhirnya ia memutuskan pindah ke Vierra pada pertengahan 2008 karena alasan keluarga. Raka juga ikut berkonstribusi menciptakan salah satu lagu hits vierra yaitu Bersamamu.

Raka ternyata tidak suka sama yang namanya nonton Tv dan baca buku.

Profil Widy Vierra

Profil Widi Vierra :
Siapa yang ga’ kenal Widi Vierra Band? 
wahh...ketinggalan tuw bagi yang ga’ kenal cewek imut ini. 
Pasti pernah liat video Lagu Dengarkan Curhatku. ada vokalis yang pake rok mini, yang gayanya centil tapi cantik? Nah, itu tuw yang namanya Widi Soediro Nichlany alias Widi Vierra. Nie buat kalian yang pengen tau biodata Widi Siswa SMA Bakti Mulya 400, yang berkarakter vokal lembut dan manis dan membawa unsur pop yang dominan.
Biografi Widi Soediro Nichlany
Profil Widi Vierra Band | Biografi Widi Vierra :
* Nama Lengkap : Widi Soediro Nichlany
* Nama Keren : Widi Vierra
* Band : Vierra Band
* Tempat Lahir : Jakarta
* Tanggal Lahir : 8 Mei 1990
* Tinggi : 172 cm
* Berat Badan : 48 kg
* Sekolah : SMA Bakti Mulya 400 Jakarta
* Penyanyi Favorit : Demi Lovato
Obrolan Santai Bareng Widi Vierra Band :
* Widi Vierra Bisa Nyanyi :
“Kok nggak percaya sih?! Beneran tau aku bisa nyanyi! Aku kan vokalis.”



“Yap, Bandku namanya Vierra. Kami mainin musik pop Disney alternatif. Jadi, lagu-lagunya tuh ngerock. Cuma, aku nyanyiinnya kayak anak kecil gitu. Soalnya karakter vokal aku emang kayak anak kecil.”

* Ciri Vokal Widi Vierra :
“Ciri khasnyaaaa…. Biarpun vokalku kayak anak kecil, tapi aku bisa nge-growl dan scream seperti vokalis band metal. Pokoknya aku bisa nyanyi kayak vokalis band-band favoritku: Bring Me The Horizon dan The Devil Wears Prada.”
* Widi Vierra Suka Musik Keras :
“Iya. Aku suka music emo, rock, hardcore, dan screamo. Tiap hari tuh aku dengerin musik-musik kayak gitu.”
* Sifat Galak Widi Vierra :
“Well, emang udah banyak orang yang bilang kalo tampilan luarku nggak ramah. Nggak salah sih. Soalnya aku emang anaknya keras kepala, cuek, egois, dan moody…. Nyebelin lah! Tapi sekarang aku lagi mencoba untuk ngerubah sifat-sifat itu. Aku mencoba buat lebih ramah.”

Jumat, 18 Maret 2011

Profil Kevin Aprilio

Kevin Aprilio Sumaatmaja mungkin masih jarang di kenal oleh public sebagai entertain. Tapi Kevin lebih dikenal apabila menengok sosok sang mama yang berprofesi sebagai penyanyi yaitu “Memes”. Kevin ada putrid pasangan Addie Ms dan Memes yang lahir di Jakarta, 7 April 1990. Kevin mengikuti jejak karir sang mama untuk berprofesi sebagai penyanyi, tetapi Kevin tidak bersolo karir seperti sang mama melainkan membentuk sebuah grup band yang dinamainya “Vierra”.
Darah seni ternyata ditularkan oleh sang mama yang berprofesi sebagai penyanyi, terbukti ketika masih duduk di taman kanak – kanan, Kevin dimasukkan oleh kedua orangtuanya ke Yayasan Musik Jakarta untuk belajar bermain piano.

Beranjak dewasa, Kevin pun mulai mahir sekali dalam memainkan tuts – tuts piano. Kelihaiannya dalam bermain piano sudah tidak diragukan lagi. Ia bahkan pernah bermain menjadi pianis tunggal dalam Konser Musicademia Twilite Orrchestra. Kevin pun mengaku ingin mengikuti jejak sang ayah menjadi seorang musisi dan composer. Beranjak dewasa, Kevin pun membentuk sebuah grup band bernnama “Vierra” dengan single hits nya “Curhatku”. Personilnya pun Kevin mendapatkannya melalui situs pertemanan “Friendster” di dunia maya.

-BIODATA-
Nama Lengkap : Kevin Aprillio Sumaatmaja
Nama Panggilan : Kevin
TTL : Jakarta, 7 April 1990
Pendidikan Terakhir : Siswa Kelas 2 SMA Global jaya Bintaro Tangerang
Nama Ayah : Addie MS
Nama Ibu : Memes
Makanan Kesukaan : Masakan Jepang
Zodiak : Aries

-PENGALAMAN PANGGUNG / KONSER-
  • Pentas Seni Sekolah Al-Izhar Jakarta
  • Pentas Seni SMA Negeri 6 Jakarta
  • Pentas Seni SMA Negeri 46 Jakarta
  • Pentas Seni SMA Negeri 8 Jakarta
  • Pentas Seni Sekolah Global Jaya Tangerang
  • Konser Musicademia Twilite Orchestra 2006

About Vierra

Sejarah Terbentuk Vierra 


Band Vierra yang akhirnya mengeluarkan album perdananya itu pun sukses setelah berjodoh lewat Friendster. Perjumpaan Trian (drum), Kevin (kibord), Widi (vokal)dan Raka (gitar) dimulai dari persahabatan sang drummer dan kibordis. Tak lama mereka mengenal Raka lewat Friendster. Raka yang mengenalkan Widi kepada personel lainnya lewat jaringan persahabatan tersebut. “Awalnya memang dari friendster. Kita semua kenalan dari friendster dan akhirnya sampai sekarang,” ujar Widi sang vokal Vierra.
Saat ini band Vierra telah merilis album perdana dengan tajuk ‘My First Love’. Mereka pun mengeluarkan ‘Dengarkan Curhatku’ sebagai single andalan band itu. Keempatnya sepakat untuk memilih jalur Power Pop Disney untuk berkarya. Setelah beberapa bulan bersama, Vierra band pun masuk studio dan menggarap album tersebut selama tiga bulan. “Power Pop itu titik tengah aliran musik kita berempat. Nuansanya benar-benar disney banget. Tapi bukan berarti ngikutin. Dari segi aransemen kita banyak menggabungkan unsur keanekaragaman selera musik kita juga,” tutur Kevin sang keybord grup band asal kota hujan Bogor ini.
Inilah yang seharusnya didengar dari remaja, memberikan karya-karya yang polos, jujur, dan bangga dengan karya mereka sendiri. Lewat ‘Dengarkan Curhatku’ yang dijagokan sebagai single andalannya, Vierra ingin berbagi dengan semua orang. Sharing tentang apa saja yang dirasakan bareng teman, orang tua atau dengan orang yang baru kita kenal. Vierra dimotori Kevin Aprilio yang juga putra musisi senior Addie MS dan Memes yang sempat mendirikan ‘Andante’ di pertengahan 2008 yang kemudian bermetamorfosis menjadi Vierra.